Malangnya Dusun Tonggowa   4 comments

Semenjak keberadaan tempat wisata Taman Safari Indonesia di desa Jatiarjo kecamatan Prigen kehidupan warga desa tersebut berubah drastis, dari yang semula sederhana, lugu, polos, bersahaja kini berubah menjadi glamour.
Kini tidak akan pernah lagi dijumpai gadis-gadis berkebaya dengan kerudung dikepala, tak kan pernah lagi melihat gadis-gadis beriringan membawa keranjang berangkat kehutan mencari rumput.
Semua kenangan indah dan manis itu kini telah lenyap musnah tergerus oleh arus moderenisasi yang di bawa kaum kapitalis yang merampok dan merampas tanah moyang desaku.
Seperti diketahui bila ada sebuah perusahaan yang membangun usaha disuatu tempat biasanya perusahaan yang bersangkutan akan merekrut karyawan dari daerah tersebut juga, dengan pertimbangan balas budi, mengkaryakan masyarakat sekitar, memajukan daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, tentu tidak melupakan pertimbangan kapabilitas dan kompetensi dari masyarakat sekitar. Tapi ironisnya PT TAMAN SAFARI INDONESIA jarang atau bahkan enggan mempekerjakan warga dusun Tonggowa, saya tidak tahu apa alasan PT TAMAN SAFARI INDONESIA 2 enggan menerima karyawan dari dusun Tonggowa. Perusahaan tersebut lebih suka merekrut karyawan dari luar desa Jatiarjo meskipun untuk bidang-bidang yang kebanyakan orang mampu mengerjakannya.
Dan paling mengherankan bagi saya ketika melihat adanya diskriminasi penerimaan calon karyawan di perusahaan tersebut, ambil contoh kasus, ada dua orang dengan tingkat pendidikan yang sama, kemampuan sama, tapi berbeda soal penampilan, satunya berwajah cantik/ganteng dan yang satu lagi berwajah jelek, pasti saya yakin PT TAMAN SAFARI INDONESIA 2 akan menolak si pelamar dengan wajah jelek dan sebaliknya akan menerima dan mempekerjakan pelamar yang berwajah menarik tersebut. Dan jangan heran bila anda berkunjung ke Taman Safari akan melihat karyawan yang cantik-cantik dan tampan-tampan.
Pertanyaan yang selalu menggelitik saya, kalau semua perusahaan hanya menerima karyawan yang berwajah menarik lalu orang-orang yang berwajah tidak menarik akan bekerja dimana?? Apakah si wajah jelek tidak boleh hidup, makan, bisa beli pakain, pendek kata sama seperti siwajah rupawan? Kalau memang perusahaan-perusahaan hanya mau mempekerjakan orang yang berwajah rupawan maka buat apa mereka ada. Lebih menyingkir dan pergi saja dari tanah moyang kami. Kami lebih suka dan lebih bahagia hidup seperti dulu, hidup jadi petani, mengolah tanah walau cuma sepetak, makan nasi singkong, dan pergi kehutan mencari sesuatu yang bisa dijual buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

4 responses to “Malangnya Dusun Tonggowa

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ya lah

  2. Taman safari tahi kucing

  3. Alah…emang tuh taman safari pilih karyawan yang ganteng dan cakep doank

  4. turut prihatin mas…. semoga tidak terjadi di wilayah lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: